Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2014

TUMBUHAN BERACUN




Castor bean atau biji kasturi yang sering disebut sebagai jarak pagar dengan nama latin Ricinus comunis, ternyata mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Racun yang terkandung disebut ricin yang sangat berbahaya bagi manusia. Walaupun minyak jarak digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat. Namun demikian kita tidak pernah keracunan, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping.
Jumlah 500 mikrogram (1 mikrogram = satu per sejuta gram) risin atau hanya sebesar ujung peniti sudah cukup untuk membuat manusia menemui kematiannya. Kemampuannya ini membuat risin menjadi zat bioteroris yang ditakuti. Namun di sisi lain, kemampuan potensialnya membunuh sel menjadi harapan bagi pengembangan teknik penyembuhan penyakit seperti tumor, kerusakan sumsum tulang, dan AIDS.
Risin merupakan suatu protein globular dengan bobot molekul 66 kDa (kilo dalton) tersusun atas dua buah rantai yang saling berhubungan, yaitu rantai A (32 kDa) dan rantai B (32 kDa). Kedua rantai penyusun risin adalah suatu glikoprotein, protein yang mengikat gugus karbohidrat manosa. Keduanya secara kovalen dihubungkan oleh jembatan disulfida. Ditinjau dari segi fungsinya, kedua rantai penyusun risin berbeda satu sama lain. Rantai A memiliki aktivitas toksik karena dapat menghambat sintesis protein. Sedangkan rantai B berfungsi mengikat reseptor permukaan sel yang mengandung galaktosa.
Gejala yang ditimbulkan risin cukup beragam bergantung pada jalur masuk molekul ini ke dalam tubuh. Gejala yang timbul apabila kita terpapar risin melalui jalur udara (pernafasan) adalah batuk, kesulitan bernafas, demam, mual, muntah, kulit berwarna kebiru-biruan, dan tekanan darah rendah. Terpapar risin melalui jalur pencernaan (mulut) akan menimbulkan gejala awal seperti diarrhea, dehidrasi, tekanan darah rendah, halusinasi, dan darah dalam urin. Sedangkan apabila bubuk risin mengenai mata dan kulit, maka akan menimbulkan mata merah dan rasa sakit pada mata dan kulit.
perlu diketahui bahwa Sampai saat ini, obat yang efektif untuk mengatasi keracunan akibat risin pada manusia belum ditemukan dan sekarang masih dalam tahap penelitian.
Ricin pernah membuat geger Amerika Serikat sebab bubuk risin ditemukan di dalam surat yang ditujukan ke kantor Bill Frist, senator dari Partai Republik. Petugas gabungan dari FBI, Badan Perlindungan Lingkungan, dan marinir segera turun tangan. Kantor para senator itu kemudian ditutup selama beberapa hari. Semua surat di seluruh bagian kantor dikumpulkan dan diperiksa. Semua panik dan ketakutan.
Wajar kalau senat Amerika geger. Walaupun risin termasuk ke dalam kelompok protein, ia berbeda dengan protein kebanyakan, risin bukan sembarang protein karena risin adalah protein beracun. Daya racunnya sanggup membunuh manusia, hewan, dan serangga dalam beberapa jam saja. Ini menjadikan risin sebagai sumber yang potensial untuk pembuatan senjata biologis.
Risin pertama kali ditemukan oleh Stillmark pada tahun 1888 ketika sedang melakukan uji coba ekstrak biji kastroli (castrol bean) pada sel darah merah. Hasil uji cobanya saat itu menunjukkan bahwa ekstrak biji tersebut sanggup menggumpalkan sel darah merah. Pada saat itu, Stillmark tidak mengetahui ada apa di balik semua itu. Namun kini kita mengetahui bahwa yang berperan dalam penggumpalan sel darah merah tersebut adalah suatu protein enzim yang dikenal sebagai risin.

Selasa, 05 Agustus 2014

pelabuhan kuala tanjung "batu bara"

 

 



Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara akan menjadi faktor penarik ekonomi yang dapat mendorong perkembangan wilayah bagian Barat Indonesia. “Sehingga Kabupaten Batubara nantinya menjadi salah satu daerah yang paling strategis di tanah air,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho ketika berpidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Batubara dalam rangka Hari Jadi ke-6 di Gedung DPRD, akhir pekan ini. Sidang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Batubara Selamat Arifin dihadiri Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Wakil Bupati Asahan Surya, forum koordinasi pembangunan daerah setempat, tokoh adat, masyarakat, pemuda dan agama serta Kepala Desa dan Camat. Gatot mengatakan, Pelabuhan Kuala Tanjung menghadap langsung ke perairan Selat Melaka yang termasuk jalur pelayaran internasional yang paling sibuk, serta memiliki kedalaman yang memungkinkan untuk disinggahi kapal-kapal besar. Pelabuhan Kuala Tanjung dirancang menjadi hubungan internasional Indonesia wilayah Barat yang merupakan bagian dari desain Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. “Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp 2 triliun sudah mulai dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I dengan pembangunan terminal curah cair untuk pemuatan minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dengan nilai investasi sekitar Rp570 miliar,” ujarnya. Gatot mengatakan, keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung ini nantinya akan menjadi penting bagi kebangkitan ekonomi, dan tidak hanya bagi Batubara, melainkan juga Sumatera Utara, bahkan Indonesia. Kemudian Gatot memaparkan berbagai keberhasilan yang diraih Kabupaten Batubara di usianya yang masih seumur jagung. Diantaranya adalah kontribusi sektor Industri dan pengolahan yang menyumbang hingga 53,54 persen, disusul dengan sektor perdagangan sebesar 22,95 persen, dan pertanian dengan kontribusi 15,44 persen. “Kontribusi sektor ini menunjukkan bahwa produk unggulan dan daya saing daerah terletak pada sektor industri. Tentu hal ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai, karena sektot industri dan jasa biasanya berkembang mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada daerah perkotaan,” ucap dia. Lebih lanjut Gatot menjelaskan, bahwa Kabupaten Batubara mampu mengembangkan sektor tersebut dengan baik, karena kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah juga mendukung hal itu. Penciptaan iklim yang kondusif dan rasa aman bagi investor akan merangsang pertumbuhan sektor industri. Sementara itu, Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumut yang banyak memberikan bantuan. “Kami sudah banyak mendapatkan bantuan dan saat ini bantuan tersebut telah dimanfaatkan masyarakat.Tentunya kami masih mengharapkan bantuan lebih terutama di bidang infrastruktur. Masih banyak yang perlu dilakukan, mudah-mudahan dengan dukungan masyarakat berbagai kekurangan dapat diperbaiki,” kata Arya. Kabupaten Batubara yang memiliki luas 92 ribu hektare, terdiri atas 7 Kecamatan, 141 Desa dan 10 Kelurahan dengan penduduk sekitar 390 ribu jiwa. Saat ini di Kabupaten Batubara tengah dibangun jalur rel kereta api sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan stasiun Bandar Tinggi menuju Kuala Tanjung dengan investasi Rp600 miliar. Jalur kereta api tersebut akan mendukung Kabupaten Simalungun.Transportasi hasil olahan industri dari Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke. Selain itu, pemerintah telah mulai mempersiapkan dukungan infrastruktur jalan mulai tahun 2012 dalam bentuk peningkatan kapasitas maupun jalan baru dengan dukungan dana APBD Provinsi Sumut dan APBN